INILAH 6 PENGUSAHA MUDA TERSUKSES DI INDONESIA !!! SEMOGA MENGINSPIRASI

Menjadi pengusaha merupakan dambaan setiap orang terkhusus anak muda zaman sekarang ini. Sulitnya mencari pekerjaan dan tekanan membuat sebagian besar anak muda mulai melirik dunia usaha.

Memang tidak muda menjadi seorang pengusaha muda yang suksess banyak sekali tantangan yang diperoleh, mulai dari diri sendiri sampai dengan kerabat dan keluarga.

Namun tantangan tersebut tidak berlaku bagi ke tujuh pengusaha muda tersuksess ini, mereka telah membuktikannya dengan semangat, kerja keras hingga membuahkan hasil yang berlimpah.

lalu,,, siapa sajakah mereka?? Berikut saya mencoba merangkumnya dalam 6 pengusaha muda tersuksess di Indonesia. Semoga saja kisah mereka dapat menginspirasi kita.

1. Yasa Paramita Singgih // Bisnis Pakaian

Yasa Paramita Singgih lebih dikenal dengan sebutan Yasa Singgih merupakan Seorang pengusaha muda sukses yang saat ini memiliki penghasilan ratusan Juta perbulan.

Yasa Paramita Singgih lahir di Bekasi 23 April 1995. Dia adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara, Prajna, Viriya dan Yasa sendiri. Ayanya bernama Marga Singgih dan ibunya bernama Wanty Sumarta. Pendidikan dasarnya ia sepesaikan di SD Ananda dan SD Surya Dharma, lalu melanjutkan di sekolah menengah dan akhir di SMA Regina Pacis Jakarta.

Saat Yasa duduk di bangku 3 SMP, ayahnya menderita sakit jantung. Penghasilan sang ayah saat itu digunakan untuk membiayai sekolah anak-anaknya daripada membiayai pengobatan sakit sang ayah. Melihat keadaan tersebut hatinya terketuk untuk mencari penghasilan sendiri untuk membantu orang tua. Ia pun mulai menjadi pembawa acara guna mencari uang jajan sendiri. Usaha pertamanya adalah melamar sebagai Master of Ceremony, bekerja sebagai pembawa acara di sebuah pusat perbelanjaan. Dalam seminggu ia menerima uang Rp.350.000 setiap kali tampil sehari.


Mulai Serius Berwirausaha   

Yasa membuka bisnis minuman yang diberi nama "Ini Teh Kopi" di tahun 2012, sebuah usaha kedai menjual minuman kopi duren di kawasan Kebun Jeruk. Usahanya tersebut bisa dibilang sukses besar ditambah dengan namanya yang dikenal. Tak lama kemudian, sekitar enam bulan kemudian ia sudah membuka cabang baru tepatnya di Mall Ambassador Jakarta Selatan.


Sempat Bangrut dan Rugi Ratusan Juta Rupiah

Namun ternyata bisnis baru yang ia kelola tersebut mengalami kebangkrutan yang membuatnya malah menderita kerugian.

Pada tahun 2013 ia memutuskan untuk menutup kafenya, dan bahkan bisnis kaosnya pun juga turut dihentikan. Menurutnya, jika dihitung kerugian yang ia derita mencapai 100 juta dari kegagalan yang ia alami. 


Men's Republic

Yasa kembali mengibarkan bendera Men’s Republic yang menjual perlengkapan mode khusus pria. Pada awalnya, Yasa Singgih hanya menjual sepatu kasual untuk pria. Namun semakin besar usahanya membuat brand yang ia kelola semakin menawarkan produk yang beragam. Saat ini Men’s Republic menjual produk celana dalam, jaket dan juga sandal untuk pria.

Kini, produk Men's Republic telah menjual 500 buah pasang sepatu per- bulan. Tanpa ada pabrik Yasa mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah. Dari usaha tersebut ia mampu mendapatkan laba bersih 40% . Tak puas pada produknya sekarang, masih ada pemikiran dibenaknya untuk menjual produk ikat pinggang, dan celana. Yang paling pasti adalah ia akan terus mematangkan konsep bisnis sambil berjalan.

Yasa juga sering dipanggil mengisi seminar atau memberikan training. Melalui Twitter, ia rajin menyemangati para pengusaha muda agar selalu semangat. Prinsipnya satu yaitu "Never too Young to Become Billionaire" atau tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder.


Sampai dengan sekarang ia masih sering kali gagal, gagal dan gagal dalam setiap hal yang ia lakukan, karena Yasa percaya bahwa gagal sama dengan belajar. Bahkan ia telah menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk mengikuti seminar, training dan workshop pengambangan diri dan bisnis.

Website: http://www.yasasinggih.com/


2. Hamzah Izzulhaq // Sofa Bed dan BIMBEL



 
Nama : Hamzah Izzulhaq
Tgl. Lahir : 26 April 1993
Tempat Lahir : Jakarta
Pekerjaan : Franchise Entrepreneur CEO Hamasa Indonesia Corp.
Kebangsaan : Indonesia
Tempat Tinggal : Jakarta


Hamzah terlahir dari keluarga menengah sederhana. Sang ayah berprofesi sebagai dosen sementara ibunda adalah guru SMP. Secara ekonomi Hamzah tak kekurangan, dia senantiasa menerima uang saku dari orangtuanya, namun karena terdorong oleh rasa ingin mandiri dan memiliki uang saku yang lebih banyak, maka Hamzah rela menghabiskan waktu senggangnya di masa SMP untuk mencari penghasilan bersama dengan teman-temannya yang secara ekonomi masuk dalam kategori kurang mampu.


Awal Berbisnis

Di umur 18 tahun, mulalailah bisnis serius ditekuni, kala itu bisnis berjualan pulsa dan buku sekolah. Caranya, Hamzah akan melobi pamannya yang kebetulan bekerja di sebuah toko buku besar di jakarta untuk menjadi distributor dengan diskon sebesar 30% per- buku. Ia kemudian menjual buku- buku itu ke teman dan kakak kelas setiap semester.

Tipsnya agar laku Hamzah menjelaskan ringan: berikan saja mereka diskon 10% dari 30% diskon miliknya, jadilah harganya masih untung 20%. Jika mau dikalkulasi di setiap semester, ia kala itu akan menghasilkan Rp.950.000. Angka luar biasa untuk bisnis sekelas anak sekolahan. Uang hasilnya kemudian baru dia putar untuk bisnis pulsa.

Sayang usahanya gulung tikar, hanya sanggup bertahan 3 bulan saja. Hamzah mencatat ada masalah karena rekan usahanya sering memakai modal milik mereka sendiri -mengambil pulsa tanpa bayar. Saat itu Hamzah sempat ngedrop tetapi langsung bangkit dengan membaca- baca buku bisnis lagi

Suksess Bersama Bisnis Bimbel

Dimulai di tahun 2004 pada sebuah seminar Hamzah bertemu dengan mitra bisnisnya yang menawarinya franchise bimbingan belajar bernama Bintang Solusi Mandiri. Hamzah tertarik dengan hal tersebut, sebab mitranya yang berusia 23 tahun itu sudah memiliki 44 cabang bimbel sendiri.

Setelah mempelajari prospektus dan juga laporan keuangan di salah satu cabang milik mitranya tersebut, Hamzah berminat untuk melakukan take over pada salah satu cabang yang terdapat di Jakarta. Untuk proses take over itu sendiri akan dibutuhkan dana sebesar Rp175 juta, sementara dia hanya memiliki modal sebesar Rp5 juta saja. Amzah meminjam uang sejumlah Rp70 juta kepada ayahnya, (itu juga diperoleh dari menjual mobil milik ayahnya) jadi total modal yang dimilikinya adalah sebesar Rp75 juta. Sedangkan sisanya yang Rp100 juta di bayar dengan cara mencicil di tiap semester.

Dia bisa diibaratkan seperti mengambil alih perusahaan utuh. Hamzah harus membayar mahal serta belajar keras mengikuti alur. Dengan kemampuan menganalisanya, ia yakin mampu melawan rasa takut kerugian. Berhasil mengembangkan usaha bimbelnya hingga total ada 44 cabang. Barapa yang dia dapat? 730 juta pertahun, sebuah nilai yang sangat tinggi untuk pemuda 19 tahun.

Tidak hanya sampai disitu dengan insting bisnis yang kuat hamza kembali mengakusisi bisnis sofa bead milik orang lain, dengan cara yang sama seperti yang ia lakukan pada bisnis bimbel sebelumnya.

Dengan pengalamannya mengelola bimbel, dia memiliki kepercayaan tinggi untuk mengelolai usaha barunya. Tak ayal, dari bisnis sofabed berkembang secara baik walau cukup tersendat di awal. Dikutip dari berbagai sumber, Hamzah Izzulhaq sang pengusahan muda, memiliki prinsip tersendiri mengenai menjadi entrepreneur atau wirausahawan. 

3. Nicholas Kurniawan // Ikan Hias

Nicholas Kurniawan adalah seorang anak dari keluarga yang dulunya mengalami kesulitan ekonomi. Mungkin Anda semua tidak mempercayainya, namun kenyataannya memanglah demikian. Nicholas Kurniawan dibesarkan dari keluarga kurang mampu yang bahkan untuk membiayai sekolahnya orang tuanya terpaksa mencari hutangan.

Perjuangan Nicholas Kurniawan sungguh sangat berat sejak ia kecil. Nicho begitu ia akrab dipanggil, sering merasa kasihan kepada kedua orang tuanya karena mereka sering dipermalukan karena besarnya hutang yang mereka tanggung. Karena melihat hal itu sering terjadi, maka sejak kecil Nicholas Kurniawan bertekad untuk menjadi orang yang sukses dan bisa membanggakan kedua orang tuanya.

Niko lantas mulai memilih berusaha sendiri sebagai wirausaha. Sejak masih kelas 2 SD, di usia 7 tahun sudah berjualan mainan untuk membeli mainan baru. Dia pernah menjual aneka baju, donat, hingga kue buatan mama disaat masih duduk di bangku SMP. Niko pernah pula ikut bisnis MLM saat SMA, tetapi seperti sudah- sudah, dia sadar betul MLM bukan sumber baik dan gagal ditengah jalan.

Suksess Dimulai Dari Iseng-Iseng

Nicholas mengaku hanya iseng menjual ikan therapy dari mamanya. Dia hanya merasa kurang suka untuk ikan macam itu, lalu dijualanya ke forum Kaskus. Hal iseng tersebut berbuah respon yang sangat baik. Otak bisnisnya memilih untuk mencari supplier bukanya memilih berhenti. Ia lalu mendapatkan bantuan seorang teman untuk menjual ikan gura rafa lagi. Tapi, tak cukup, Niko mencari- cari lagi hingga ke dunia maya.  

Akhirnya Serius dan Sukses Bersama Bisnis Ikan Hiasnya
  
Alasan Nicho memilih bisnis iklan hias karena memang prospeknya bagus, jelasnya. Walaupun ia pernah mengalami beberapa kali kegagalan dan pernah 3x rugi besar namun tidak membuat tekadnya pudar. Dari kegagalan itu dia belajar dan berusaha untuk bangkit kembali.

Dia mulai berjual ikan ke berbagai fish therapy seperti ke Mall, Blok M, Point Square, Pulit Junction. Tidak ketinggalan, Niko mengaku pernah menjual ke sebuah hotel, Hotel Alexis, beberapa rumah anggota DPR partai Demokrat dan PAN. Guna mensuport toko ikan kecilnya ia tak ragu langsung membeli domain atau alamat situs. Caranya pun ada khusus. Niko memulai melakukan riset kata kunci agar ikan yang dijual laris melalui mesin pencarian Google.

Intinya, Niko itu bukanlah orang yang suka berdiam diri. Dia selalu melihat peluang yang ada serta fokus menjalaninya. Bisnis itu tentang melihat pasar atau peka terhadap permintaan pasar. Namun, dia lebih menyarankan fokus di satu produk yang menjadi keahlian kita. Selanjutnya? kita bisa berekspansi produk sejenis, atau bahkan memulai bisnis lain.

Namun, ketika ditanya omsetnya, Niko terkesan malu-malu menjawabnya. "Cukup besar, tetapi tidak enak menyebutnya. Sekitar ratusan jutalah," ujar pemuda yang kini menuliskan perjalanan usahanya dalam bentuk yang berjudul Die Hard Antrepreneur itu.

Cv. Pribadi : CV Venus Aquarium 

4. Theresia Dheka Putri //  KOPI

 Theresia Deka Putri, wanita muda yang sukses dalam usaha kopi lahir di Gresik Jawa Timur kurang lebih 29 tahun lalu. Saat ini dia dikenal sebagai seorang pengusaha di bidang kopi, khususnya kopi luwak. 

Theresia Deka Putri merupakan sosok pengusaha yang penuh dengan semangat dalam mencapai cita-citanya. Mengingat usaha yang ia miliki saat ini ia bangun dari titik nol, dari mulai menjajakan produknya sendiri ke warung-warung kecil. Tapi tanpa putus asa, ia terus melangkah dan bisa sesukses seperti sekarang ini. 

Berbisnis Dengan Keyakinan

Sebagai pemula bisnis saat itu, Theresia Deka Putri terbilang tak main-main, karena ia merogoh kocek hingga Rp. 200 juta. Namun modal itu membuahkan hasil yang menggembirakan, jauh lebih besar dari modal awalnya. 

Benar saja dengan keyakinan yang kuat ia mampu meraih keberhasilan sesuai dengan targetnya. Bahkan dia kini telah memiliki kurang lebih 4 ha tanah khusus ditanami kopi dan menjalin kerjasama dengan petani lokal untuk mendapatkan biji kopi.


Saat ini Theresia memiliki CV Karya Semesta, yaitu perusahaan yang memproduksi beberapa jenis kopi. Jenis kopi yang diproduksi adalah Kopi Luwak Lanang, Kopi Lanang Landep, dan Kopi Gajah Hitam. Usahanya inilah yang membuat Theresia disebut-sebut sebagai pengusaha wanita muda yang terkenal. 

Hebat nya lagi kini perusahaan yang dipimpin oleh Theresia mampu mengeksport berbagai brand kopi miliknya ke berbagai negara seperti Taiwan, Cina, Korea, Malaysia, Jepang, hingga Polandia. Kini omset yang diperoleh mampu mencapai Miliar rupiah.

Pernah Ditipu Hingga Yang Tersisa uang Seribu saja.

Meski kini telah berujung kesuksesan, perjalanan Putri sejatinya tak selalu berjalan mulus, bahkan ia sempat berada di titik nadir. Putri pernah ditipu orang dengan nominal kerugian yang menurutnya, bisa digunakan untuk membeli tiga unit mobil Kijang Innova. “Uang saya hanya bersisa seribu rupiah, yaitu dua logam kuning 500 perak,” ujarnya.

Setengah dari sisa uangnya itu kemudian ia berikan pada seorang peminta-minta. Namun tak lama setelah itu, ia menemukan uang sepuluh ribu rupiah di jalan. Selembar uang merah inilah yang membuatnya bangkit. Ia menggunakannya untuk mengisi bensin, dan akhirnya bertemu dengan orang yang kemudian mengorder kopi darinya.

Semua pengalaman dalam membangun bisnisnya ini, membuat Putri menarik sebuah pelajaran hidup yang berharga, yaitu terus berusaha meski masalah terus datang silih berganti. “Dalam hidup ini kita tidak bisa mengarahkan angin, tapi kita masih bisa mengarahkan layar,”


5. Dea Valencia // BATIK KULTUR



Sejak usia 16 tahun, Dea sudah menggali kreativitasnya. Ketidaksanggupannya membeli batik yang ia inginkan justru menjadi awal mula kesuksesannya. Dea menggeledah batik-batik lawas, menggunting sesuai pola yang ia suka, dan membordirnya.  

Dari situ terciptalah kreasi Batik Kultur. Awal produksi, Dea hanya membuat 20 potong pakaian. Kini? Ada 800 potong Batik Kultur yang dipasarkan per bulannya. Dengan harga Rp 250.000 - 1,2 juta, nilainya setara dengan Rp 3,5 M per tahun atau Rp 300 juta per bulan.

Dea memulai Batik Kultur benar-benar dari nol. Bahkan ia sendiri yang menjadi model Batik Kultur. Wajar karena wajah Dea terbilang cocok di hadapan kamera "alias cantik". Bahkan Dea sendiri yang mendesain produk Batik Kultur padahal ia mengaku tak bisa menggambar.

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

Dari sekedar menggunakan batik lama yang didaur ulang, Dea kini punya bengkel sendiri. Sebuah bengkel yang terletak di kawasan Semarang, Jawa Tengah. Saat ini, ia tengah menyiapkan pembangunan butiknya. "Mayoritas produk harganya
Rp 400.000-Rp 600.000. Batik- batik ini kemudian dipasarkan ke luar dan dalam negeri dengan usaha sendiri atau pemerintah, tepatnya dari Kementrian Perdagangan dan Dewan Kerjinan Nasional (Dakernas).

Berjualan Dari Sosmed

Sebagai alumni program studi Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, Dea paham betul kekuatan internet untuk pemasaran. Batik Kultur 95% memanfaatkan jaringan internet dalam urusan permasalahan.

Dea menjadikan Facebook dan Instagram sebagai katalog dan media komunikasi dengan konsumennya. Dari sana, referensi untuk Batik Kultur menyebar dari mulut ke mulut. Integrasi dunia maya dan dunia nyata menyukseskan bisnis Dea.

Pengusaha Wanita Termuda

Sulit untuk mempercayai Batik Kultur ada di tangan seorang perempuan muda usia 19 tahun yang sudah memegang gelar sarjana komputer. Ketika masuk sekolah umur Dhea masih sangat terbilang muda, umur lima tahun udah masuk SD. SMP dua tahun, SMA dua tahu. Jadi itu 15 tahun masuk kuliah. Tiga setengah tahun kuliah, jadi umur 18 udah lulus," jelas Dea.

Kini Omzetnya mencapai Miliaran rupiah dan telah mengeksport batik keberbagai negara di dunia seperti Australia, Amerika Serikat, Inggris, Norwegia, Jepang, Belanda, Jerman, dan banyak negara lainnya.

6. "ANDA SENDIRI" 


Setelah membaca profil pengusaha muda tersuksess diatas kiranya membangkitkan semangat motivasi didalam diri anda. Mengapa saya tulis "ANDA SENDIRI"?? Sederhana sekali bahwa kita juga bisa seperti mereka. "jika dia bisa mengapa saya tidak??" 
Bukankah begitu?

Semangat para pengusaha muda banyak belajar dari orang suksess kiranya memberikan semangat baru dan motivasi bagi kita!
Semua pengusaha pernah gagal dan pasti ada berbagai hambatan. Memilih untuk SUKSES atau MENYERAH?? itu ada pada diri kita sendiri.

Salam suksess..


0 Response to "INILAH 6 PENGUSAHA MUDA TERSUKSES DI INDONESIA !!! SEMOGA MENGINSPIRASI"

Posting Komentar

Kami menerima kritik dan saran yang bersifat membangun
.
No SARA and RASIS.

Berkomentarlah dengan Bijak. SPAM, JUDI!! Otomatis Dihapus!!